Mungkin belum terlalu banyak yang mengerti akan hormon testosteron.
Jikalau tahu, pasti dari sekian banyak orang rata-rata hanya
menghubungkan hormon ini dalam hubungan intim saja. Padahal, bukan itu
saja manfaat dari hormon testosteron.
Hormon testosteron sendiri bagi pria sangat berfungsi untuk membantu
perkembangan otot. Bukan hanya itu, hormon ini juga berperan dalam hal
mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis). Menurut beberapa sumber
bahkan hormon testosteron juga berperan dalam peremajaan pembuluh darah.
Berapa Kadar Testosteron yang Normal dalam Darah?
Ya, pasti terdapat kadar untuk menentukan apakah produksi suatu
hormon normal atau tidak. Untuk kadar testosteron yang normal, yakni
berkisar 350-400 nanogram/desiliter. Apabila dalam darah kadar hormon
ini kurang dari nilai ideal, berarti pria tersebut mengalami
testosteronee deficiency syndrome (TDS).
Apa Akibatnya Jika Produksi Hormon Ini Kurang?
Bila kadar hormon ini menurun pada pria, otomatis semua fungsi-fungsi
dari hormon ini akan terganggu. Anda juga akan semakin cepat tua.
Dimaksud tua bukan karena bertambahnya usia, melainkan tua karena
perkembangan tubuh yang menurun, termasuk otot, pembuluh darah, serta
tulang-tulang akan mengalami pengeroposan dini.
Lalu, apa yang Menyebabkan Produksi Hormon Ini Terganggu?
Banyak faktor-faktor penyebab kurangnya produksi hormon testosteron di dalam tubuh. Berikut adalah informasinya untuk Anda!
Obesitas/ Kegemukan
Biasanya pria yang mengalami obesitas akan lebih menonjol (buncit) di bagian perut atau yang sering disebut sebagai central obesity. Itu dikarenakan lemak berlebihan akan tersimpan banyak pada perut yang merupakan daerah sentral. Dikatakan central obesity jika lingkar perut lebih dari 92 sentimeter.
Biasanya pria yang mengalami obesitas akan lebih menonjol (buncit) di bagian perut atau yang sering disebut sebagai central obesity. Itu dikarenakan lemak berlebihan akan tersimpan banyak pada perut yang merupakan daerah sentral. Dikatakan central obesity jika lingkar perut lebih dari 92 sentimeter.
Lemak di bagian perut inilah yang menjadi penyebab. Hal ini
dikarenakan, lemak di perut banyak mengandung hormon esterogen yang
lebih banyak dimiliki oleh wanita. Lemak juga dapat meningkatkan kadar
hormon koristol, dan hal tersebut adalah indikator penuaan. Kedua hormon
itulah yang menjadi penyebab rendahnya hormon testosteron Anda.
Kualitas Tidur
Idealnya seseorang memiliki waktu tidur dalah sehari, yakni sebanyak delapan jam. Studi pada tahun 2011 yang dilakukan oleh University of Chicago menemukan bahwa rata-rata orang yang memiliki waktu tidur lima jam dapat menurunkan produksi testosteron sekitar 15%.
Idealnya seseorang memiliki waktu tidur dalah sehari, yakni sebanyak delapan jam. Studi pada tahun 2011 yang dilakukan oleh University of Chicago menemukan bahwa rata-rata orang yang memiliki waktu tidur lima jam dapat menurunkan produksi testosteron sekitar 15%.
Minum Alkohol
Menurut studi, alkohol dapat mempengaruhi kecepatan konversi testosteron dan androgen lain ke esterogen. Itulah sebabnya, jika Anda ingin memaksimalkan produksi testosteron untuk menghilangkan lemak, dan membentuk otot, maka hal yang paling utama adalah menghindari minuman beralkohol.
Menurut studi, alkohol dapat mempengaruhi kecepatan konversi testosteron dan androgen lain ke esterogen. Itulah sebabnya, jika Anda ingin memaksimalkan produksi testosteron untuk menghilangkan lemak, dan membentuk otot, maka hal yang paling utama adalah menghindari minuman beralkohol.
Ereksi
Dalam sebuah studi yang terdapat dalam arsip perilaku seksual, sejumlah delapan orang telah diukur kandungan testosteron di dalam darahnya. Pengukuran dilakukan sebelum, selama, dan setelah mereka melihat film porno. Tingkat tertinggi produksi testosteron yakni saat 90 menit setelah film berakhir, dengan rata-rata 3,5% naiknya hormon testosteron. Jadi salah satu cara agar produksi testosteron dapat maksimal, maka ereksi adalah salah satu cara. Untuk itu, melakukan seks secara rutin dengan pasangan Anda adalah salah satu metode sehat terbaik.
Dalam sebuah studi yang terdapat dalam arsip perilaku seksual, sejumlah delapan orang telah diukur kandungan testosteron di dalam darahnya. Pengukuran dilakukan sebelum, selama, dan setelah mereka melihat film porno. Tingkat tertinggi produksi testosteron yakni saat 90 menit setelah film berakhir, dengan rata-rata 3,5% naiknya hormon testosteron. Jadi salah satu cara agar produksi testosteron dapat maksimal, maka ereksi adalah salah satu cara. Untuk itu, melakukan seks secara rutin dengan pasangan Anda adalah salah satu metode sehat terbaik.
Hindari Makanan Kalengan
Bisphenol A merupakan bahan kimia yang digunakan dalam makanan kaleng dan wadah plastik. Hal tersebut dapat menurunkan testosteron Anda. Untuk itu, hindari mengonsumsi makanan yang berpengawet seperti makanan kaleng, dan makanan cepat saji lainnya.
Kesuburan Pria Bisa Menurun
Bisphenol A merupakan bahan kimia yang digunakan dalam makanan kaleng dan wadah plastik. Hal tersebut dapat menurunkan testosteron Anda. Untuk itu, hindari mengonsumsi makanan yang berpengawet seperti makanan kaleng, dan makanan cepat saji lainnya.
Kesuburan Pria Bisa Menurun

Tidak ada komentar:
Posting Komentar