Rasa nyeri adalah hal yang sering dialami oleh para penderita asam urat,
terutama setelah mengonsumsi makanan berkadar purin tinggi.
Asam urat (hyperuricemia) merupakan zat buangan hasil metabolisme
dari purin. Prosesnya, purin yang masuk dalam tubuh manusia akan diubah
menjadi asam urat dan kemudian dibuang melalui ginjal. Jika mengonsumsi
makanan yang mengandung purin tinggi terlalu banyak, maka asam urat
dalam darah akan meningkat.
Sejatinya naiknya kadar usam urat bisa dicegah dengan memperhatikan
pola makan. Makanan tinggi lemak dan berkadar purin tinggi sebaiknya
dihindari para penderita asam urat.
“Selain melinjo dan emping, juga tidak dianjurkan untuk mengonsumsi
daging merah, produk susu full cream, daging yang diproses seperti sosis
dan nugget, dan juga asupan hasil fermentasi seperti bir, tape, tempe
dan ragi,” ungkap nutrisionis Leona Victoria Djajadi MND seperti
dilansir detikhealth. Victoria menambahkan jika penderita asam urat ingin mengonsumsi susu
sebaiknya pilih produk susu yang bebas lemak agar terhindar dari nyeri
asam urat. “Biasanya untuk asam urat saya sarankan untuk mengonsumsi 3 suplemen: sirsak, jahe dan daun salam (bisa direbus) untuk peremajaan sendi. Banyak olahraga berenang untuk melemaskan
sendi,” saran ahli gizi peraih gelar Master of Nutrition and Dietetics
dari University of Sydney, Australia.
Selain itu, Victoria juga menyarankan agar penderita asam urat banyak
minum air putih. Air putih yang diminum membantu mengeluarkan asam urat
dari ginjal sehingga kadar asam urat tubuh bisa berkurang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar